Memulai Bisnis Tapi Masih Bingung?

Klik disini kalau males baca.


 Memulai bisnis mungkin akan susah dilakukan bila kamu tidak yakin.

 

Kali ini aku akan berbagi cerita aku tentang pengalaman dalam bisnis sebagai pemula. Awalnya seperti yang kalian tahu bahwa aku bekerja sebagai pramugari disalah satu maskapai penerbangan di Indonesia. 3 tahun aku mengabdikan diri menjadi awak kabin di maskapai penerbangan, dengan penghasilan yangg aduhai. Banyak yang bertanya “Mengapa berhenti” diiringi dengan kalimat “kamu sudah bekerja di perusahaan yang bagus”. BENAR, itu adalah perusahaan yang bagus dan berkompeten di bidangnya. Ini bukan persoalan perusahaannya yang bagus, sayangnya aku lebih memilih untuk tidak menjadi pekerja.

 

Memulai dengan nulis-nulis sederhana dalam blog, aku kencanduan untuk mencari tahu tentang dunia digital. Ditambah lagi aku suka bergaul dengan orang yang tidak seprofesi, aku kenal dengan seseorang yang sedikit banyak menunjukkanku tentang bisnis. Sangat menarik kebetulan di Bali, tempat favorit aku dikala libur untuk menenangkan diri. Alhasil aku sempatkan terus menerus ke Bali dengan tujuan yang berbeda, pertama mencari bahan untuk ditulis, kedua belajar bisnis    dengan sekaligus refreshing. Makin menarik ngga sih?

 

 

       Tidak lama kemudian aku memulai peruntungan untuk menawarkan sewa motor, mobil, dan villa di bali milik teman aku. Masih dari mulut ke mulut. Makin tertarik untuk memulai hal haru. Aku mencoba memasarkannya melalui facebook page di Bali. Respon selalu hadir. Selanjutnya aku beranikan diri untuk invest dengan membeli unit motor sendiri, bersyukur masih berjalan  lancar sekarang. Makin lama makin kwalahan bila ada yang request dan aku punya keterbatasan untuk merespon. Kadang lagi di udara, kadang diluar kota, kadang ngga ada yang nanggepin. Kemudian aku tau, aku tidak boleh serakah. Tidak bisa bila fokus aku terbagi, mungkin sementara bisa. Tapi lama-lama aku jatuh sakit karena kelelahan. Ini benar-benar terjadi.


Kamu tahu, kenapa kamu bisa gagal dalam memulai bisnis?

  1. kamu tidak memberikan perhatian penuh dalam bisnis kamu ; “yaa, karena masih punya kerjaan yang sekarang, tapi pingin bisnis.”
  2. asal tanam modal dan percaya sama orang ; “soalnya aku kenal dia banget udah lama, kita juga tanda tangan di atas materai kok”. iyaa, terus kalo dia ngga mampu mengembangkan amanah kamu, bangkrut, trus dengan adanya ikatan hukum itu akan menjadikan modal kamu balik setelah dia dipenjara? kamu bangga gitu, kalo modal kamu ngga balik, temen kamu di penjara, tujuan kamu bukan menjarain temen kan? nyari untung kan? anggaplah itu orang babysister usaha kamu.
  3. masih menyayangkan kerjaan pokok dengan alasan buat ngumpulin modal untuk bisnis ; “bisnis kan butuh modal, nanti kalo bisnis aku gagal gimana, aku ngga punya kerjaan lain, nanti gimana” dengan kata lain serakah. Pasti deh, salah satu kalah. Entah bisnismu, kerjaanmu, atau kesehatanmu
  4. tidak mengontrolnya dengan baik
  5. seberapapun modal kamu, kalo kamu tidak memperlakukan bisnis kamu selayaknya bayi, anak kamu sendiri. Akan susah berkembang. Bisnis butuh perhatian kamu, waktu kamu, tenaga kamu. lengah sedikit : kalo ngga nangis ya jatoh.

Lalu aku mengambil langkah untuk mengakhiri salah satu darinya. Kenapa aku tidak memilihn menjadi Pramugari lagi?

  1. Aku masih muda, Lisence masih valid,bisa kembali jika aku mau
  2. Aku juga sehat. Tidak ingin sampai disitu aja untuk belajar, yaaa kali dorong trolley mulu
  3. Dan aku bisa mengembangkan diri jauh lebih bebas

Cukup 3 alasan saja yang bisa aku ucapkan disini, untuk alasan lain yang lebih detail mungkin termasuk dalam daftar personal. Satu lagi deh, biar bias sunsetan terus, hahaha

 

  Lanjut memulai bisnis baruku di pulau dewata. Aku mencoba segala kesempatan yang mungkin bisa aku dapatkan, karena aku sangat tertarik dengan digital marketing. Aku mencoba menerapkannya melalui hal sederhana membantu pebisnis lokal yang berpotensial menghasilkan income besar namun belum mengenal digital marketing ini. Ini suatu kesempatan aku untuk memulai mengembangkan skill. Di bantu orang yang ahli dalam bidang ini selama lebih dari 10 tahun, kami membangun sedikit demi sedikit hal yang tidak mungkin, menjadi

mungkin.

 

Aku tidak kuliah, aku juga tidak punya skill dalam bidang ini sebelumnya. Tapi aku belajar secara langsung, dan hasilnya aku jauh lebih mahir dengan real acction dari pada belajar dikelas. Dan aku tidak mempunyai modal yang besar untuk memulai ini, seperti yang orang bilang, bisnis perlu modal besar untuk hasil yang besar.. Oooooo belum tentu,, banyak kok yang modal besar rugi besar, kenapa? they doesn’t have skill to manage it. Akhirnya cerita aku berakhir disini, mengejutkan? iya, akupun tergejoedd! aku bisa melangkah sejauh ini. Iya, tidak luput dari doa dan dukungan orang tua..

 

Jadi kesimpulannya adalah,

If you are a worker and  your soul is worker. So let it, be a worker.

If you are a worker and your soul is business. So move on, and be a business person.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *